Portal independen · Kawasan 26 gampong Blang Bintang
Rujukan utama: BPS Aceh Besar 2025
Beranda / Koridor Pangan
Sawah · air · produksi

Koridor Pangan Blang Bintang

Melihat kawasan dari irigasi, lahan baku sawah, musim tanam, hortikultura, dan distribusi sarana produksi—dengan angka yang selalu diberi konteks sumber.

Kegiatan penanaman padi serentak di Blang Bintang

Pertanian bukan sekadar latar visual Blang Bintang. Dokumen perencanaan Aceh Besar memuat 1.149 hektare lahan baku sawah di kecamatan ini, terdiri dari 1.082 hektare irigasi teknis dan 67 hektare tadah hujan.

Air sebagai infrastruktur ekonomi

Pada 25 Juni 2025, Bupati Aceh Besar meninjau persoalan distribusi irigasi di Montasik dan Blang Bintang. Ketua Ranting Irigasi Montasik menjelaskan aliran dari Krueng Aceh melayani beberapa kecamatan, dan ranting Blang Bintang mencakup sekitar 3.000 hektare. Portal ini menuliskan angka tersebut sebagai cakupan ranting irigasi, bukan luas sawah administratif Blang Bintang.

1.149 ha

Lahan baku sawah Blang Bintang dalam tabel perencanaan Aceh Besar berbasis data BPS 2024.

~3.000 ha

Cakupan ranting irigasi Blang Bintang yang disebut dalam peninjauan Pemkab Juni 2025.

Hortikultura 2024

BPS juga mencatat produksi buah dan sayuran tahunan tingkat kecamatan. Beberapa komoditas pada 2024 antara lain pisang 320 kuintal, rambutan 284 kuintal, mangga 160 kuintal, pepaya 160 kuintal, dan jambu air 160 kuintal. Angka ini adalah agregat Kecamatan Blang Bintang, bukan hasil satu gampong.

Stok pupuk pada awal 2026

Peninjauan Pemkab pada 6 Januari 2026 di Gudang Pupuk Indonesia di Gampong Cot Mon Raya menyebut stok sekitar 1.000–1.300 ton pada saat kunjungan, termasuk sekitar 300 ton urea dan sisanya NPK. Kunjungan dilakukan setelah gangguan distribusi akibat banjir.